Artikel
Pagelaran Wayang Kulit dan Syukuran Warga Meriahkan Tradisi Memetri Bumi di Desa Majasari
Majasari, 22 Juli 2025 – Masyarakat Desa Majasari, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara kembali melaksanakan tradisi tahunan dalam rangka menyambut datangnya bulan Sura (Muharram) melalui kegiatan “Memetri Bumi”, sebuah bentuk doa dan refleksi kolektif atas berkah dan keselamatan yang telah diterima selama satu tahun terakhir.
Rangkaian kegiatan dipusatkan di Balai Desa Majasari, dimulai sejak pukul 13.00 WIB hingga menjelang maghrib. Setelah jeda istirahat, acara dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 WIB hingga dini hari (sekitar waktu subuh), menandai bagian utama dari malam pergelaran budaya.
Puncak kegiatan dimeriahkan oleh pagelaran wayang kulit yang membawakan lakon “Sumantri Sukosrono (Dasamuka Gledeg)”, dipentaskan oleh Ki Bima Setyo Aji, dalang muda berbakat. Lakon ini mengangkat kisah tentang pengabdian, kejujuran, dan kekuasaan, yang diharapkan dapat menjadi cerminan nilai-nilai hidup masyarakat.
Sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung turun-temurun, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan syukuran warga desa. Masing-masing RT berpartisipasi dengan membawa nampan atau baki berisi aneka makanan, seperti nasi, lauk-pauk, jajanan tradisional, dan buah-buahan. Hidangan-hidangan tersebut dikumpulkan dan dinikmati bersama, menjadi simbol rasa syukur serta bentuk solidaritas sosial antarmasyarakat.
Untuk menjangkau lebih banyak kalangan, pagelaran wayang ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Candra Birawa, memberi akses bagi warga luar desa untuk turut menikmati sajian budaya ini.
Tradisi Memetri Bumi tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya lokal, tetapi juga wadah penguatan spiritual dan jalinan sosial antarwarga. Pemerintah desa dan tokoh masyarakat berharap bahwa semangat kebersamaan dan warisan budaya ini dapat terus dijaga dan diwariskan pada generasi berikutnya.